Jadi Kontributor Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Pemerintah Turunkan Bunga KUR Super Mikro Menjadi Sebesar 3%

- Selasa, 29 November 2022 | 22:41 WIB
Agenda Rapat Pemerintah terkait penyusunan kebijakan KUR/dok ekon.go.id
Agenda Rapat Pemerintah terkait penyusunan kebijakan KUR/dok ekon.go.id

iNIndonesia - Pada situasi ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, salah satu kebijakan Pemerintah yaitu Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus mengalami kinerja yang impresif. Hal tersebut karena KUR mampu menjadi kontributor pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi dari kontribusi program KUR pada Q3-2022 sebesar 5,72% dengan total outstanding KUR mencapai 25,2% atau melampaui pertumbuhan kredit perbankan yang sebesar 11,01%.

Pemerintah menimbang bahwa perlu dilakukan penyesuaian terhadap kebijakan KUR tentang relaksasi yang diberikan kepada debitur, hal demikian dicanangkan Pemerintah karena kondisi perekonomian nasional sudah semakin membaik.

Baca Juga: Perpindahan Federasi Sepakbola Sandy Walsh Resmi Diterima FIFA

Penyesuaian kebijakan tersebut juga perlu dilakukan guna mengoptimalisasi penyaluran KUR agar lebih tepat sasaran, serta mendorong efisiensi anggaran belanja subsidi bunga/subsidi marjin KUR agar tidak membebani kemampuan fiskal Pemerintah.

Pemerintah menurunkan tingkat suku bunga KUR Super Mikro menjadi 3% demi menghadapi resiko stagflasi serta wujud keberpihakan kepada pekerja terkena PHK dan Ibu rumah tangga yang menjalankan usaha produktif,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memimpin Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM terkait Evaluasi Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) TA 2022 dan Usulan Perubahan Kebijakan KUR tahun 2023, Senin 28 November 2022.

Salah satu penyesuaian tersebut juga dilakukan Pemerintah dengan mengembalikan beberapa kebijakan KUR saat masa pra-pandemi mulai dari suku bunga KUR Mikro dan KUR Kecil menjadi sebesar 6%, kembalinya penetapan penyaluran KUR pada sektor produksi sebesar 60%, serta pembatasan total akumulasi plafon KUR Kecil menjadi maksimal Rp500 juta.

Baca Juga: Sub Pekan Imunisasi Nasional: Kementerian Kesehatan Targetkan 95% Anak di Aceh Terimunisasi Polio

Lebih lanjut, dalam rapat tersebut juga telah diputuskan beberapa penyesuaian seperti persetujuan Bank Indonesia untuk memberikan tambahan insentif relaksasi Giro Wajib Minimum (GWM) kepada Penyalur KUR dengan mekanisme pemberian insentif yang akan diatur lebih lanjut.

Halaman:

Editor: Muhammad Sadly

Tags

Terkini

X